Adab

Mengenal Tidur Ala Rasulullah

Penulis: zulyatul amri · 2 min read

MajalahNabawi.com- Rasulullah menjadi panutan di segala aspek. Baik dalam politik, ibadah, bermuamalah bahkan hingga kehidupan sehari-hari. Hal ini tampak bagaimana Rasulullah mencontohkan dalam berbagai hal kebaikan, termasuk bagaimana cara tidur yang baik dan benar serta bagus untuk kesehatan.

Ada enam amalan sebelum tidur yang dapat kita simpulkan dari beberapa hadis Rasulullah:

Berwudhu

Hal pertama kali yang perlu kita perhatikan adalah kebersihan badan. Badan mesti bersih dari hadas kecil. Makanya kita dianjurkan untuk berwudhu, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh al-Barra ibn ‘Azib dari Rasulullah saw:

حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَى مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ فَإِنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ

Al-Bara bin Azib berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Jika engkau ingin tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat. Lalu tidurlah pada sisi sebelah kanan, dan bacalah: “Ya Allah, Ya Tuhanku, aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku titipkan perkaraku kepada-Mu, dan aku serahkan ragaku kepada-Mu dengan penuh rasa takut (ditolak) dan rasa harap (diterima). Tidak ada tempat untuk berlindung dan menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus).

Beliau lalu bersabda: “Jika kamu meninggal, maka kamu meninggal dalam keadaan suci di atas fitrah, dan jadikanlah itu akhir dari yang kamu ucapkan.”

Membersihkan tempat tidur

Sebelum tidur sepatutnya kita mengibaskan alas kasur agar terhindar dari sesuatu yang membahayakan. Sesuatu tersebut bisa berupa serangga, atau kotoran hewan liar, hewan peliharaan, debu dan lainnya. Hal ini selain mengajarkan kita untuk hidup bersih juga agar tidak tidur sembarangan. sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

Baca Juga:   Omelan Guru Adalah Obat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيَضْطَجِعْ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ لِيَقُلْ بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingin beranjak ke kasurnya hendaklah ia mengibas-ngibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, sebab ia tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada kasur tersebut sepeninggalnya. Kemudian hendaklah ia berbaring pada sisi sebelah kanan.” 

Berbaring menghadap ke sebelah kanan

Berikutnya adalah bagaimana posisi tidur. Tidur yang baik adalah tidur dalam keadaan berbaring menghadap ke sebelah kanan. Harus dihindari tidur dalam keadaan tengkurap. Selain tidak disukai oleh Rasulullah, tidur tengkurap juga tidak baik untuk kesehatan.

Meletakkan tangan kanan di bawah kepala

Selanjutnya tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah dengan meletakkan tangan kanan dibawah kepala atau lebih tepatnya di bawah pipi.

Membaca surat al-Ikhlas, Al-Falaq, dan an-Nas

Diantara ayat al-Qur’an yang dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur adalah Q.S al-Ikhlas, Al-Falaq, dan an-Nas. Setelah itu, tiupkan ke kedua telapak tangan, lalu usapkan ke seluruh bagian tubuh. Hal ini diulang sampai tiga kali. Sebagai halnya dengan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا وَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin beranjak ke kasur pada tiap malamnya, beliau menyatukan kedua telapak tangan, lalu meniupnya dengan membacakan surat QULHUWAALLAHU AHAD, QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ dan QUL A’UUDZU BIRABBINNAAS. Setelah itu beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuh yang bisa dijangkaunya. Dan beliau memulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya.” Beliau melakukan hal itu tiga kali.”

Ada juga di riwayat lain yang menjelaskan bahwa surat yang dianjurkan adalah Q.S al-Kafirun. Surat ini dibaca agar kita terhindar dari berbuat syirik.

Baca Juga:   Antara Prioritas Ibadah dan Sosial

Membaca do’a 

Diantara do’a yang diajarkan Rasulullah ketika hendak tidur dan bangun dari tidur adalah do’a yang terdapat dalam hadis berikut:

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَامَ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dari Hudzaifah ia berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin tidur, beliau membaca: Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati.” Dan jika bangun beliau membaca “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepadan-Nya kami akan kembali.”

Demikianlah enam amalan yang dapat kita amalkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Selain mendapatkan pahala, kita juga mendapatkan tidur yang berkualitas jika menerapkannya. Apalagi jika semuanya kita istikamahkan setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.